Kali ini saya akan memposting tugas mata kuliah softskill Manajemen Layanan Sistem Informasi yang diberikan oleh dosen ibu Liliy Wulandari yaitu Layanan Strategi & Layanan Desain. Silahkan download link dibawah ini :
Layanan Strategi :
Download MLSI - Layanan Stretegi
Layanan Desin :
Download MLSI - Layanan Desain
Jumat, 25 Maret 2016
Senin, 14 Maret 2016
Softskill IBD - Manusia dan Kebudayaan
Tugas 2 Manusia dan kebudayaan - Universitas Gunadarma
Dosen : Ahmad Nasher
Sebelum
kita mengenal hubungan antara manusia dan kebudayaan, terlebih dahulu kita
harus mengerti apa itu definisi dari manusia dan budaya itu sendiri ?
Manusia
Apa itu Manusia ?
Menurut Omar Mohammad Al-Toumy
Al-Shaibany Manusia adalah mahluk yang paling mulia, manusia
adalah mahluk yang berfikir, dan manusia adalah mahluk yang memiliki 3 dimensi
(badan, akal, dan ruh), manusia dalam pertumbuhannya dipengaruhi faktor
keturunan dan lingkungan.
Sedangkan menurut Paula J.C & Janet W.K Manusia adalah
mahluk terbuka, bebas memilih makna dalam situasi, mengemban tanggung jawab
atas keputusan yang hidup secara kontinu serta turut menyusun pola berhubungan
dan unggul multidimensi dengan berbagai kemungkinan.
Menurut saya Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang
paling mulia, diberi akal dan fikiran untuk bersosialisasi dan berinteraksi
dengan makhluk lainnya seperti hewan, tumbuhan dan sesama manusia itu sendiri.
Ketika berinteraksi itulah manusia akan menciptakan budaya dalam dirinya ketika
dimana dia dilahirkan dan dibesarkan serta faktor geografis dan adat istiadat
dalam masyarakat.
Kebudayaan
Apa itu Kebudayaan ?
Kebudayaan adalah
sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau
gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan
sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Namun kebudayaan juga dapat kita
nikmati dengan panca indera kita. Lagu, tari, dan bahasa merupakan salah satu
bentuk kebudayaan yang dapat kita rasakan.
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. Secara sederhana hubungan antara manusia dengan kebudayaan ketika manusia sebagai perilaku kebudayaan,dan kebudayaan tersebut merupakan objek yang dilaksanakan sehari-hari oleh manusia
Pengaruh budaya terhadap Masyarakat:

1. Pakaian
Perubahan
mode pakaian pada masyarakat bisa saja terjadi. Dahulu semua masyarakat
menggunakan pakaian adat khasnya. Namun, seiring dengan kemajuan dari
perkembangan masyarakat tersebut membuat sedikit demi sedikit anggota
masyarakat mulai meninggalkan pakaian adatnya dan menggunakan pakaian yang
menjadi trend di daerah itu. contohnya adalah pada acara pernikahan, diseluruh dunia banyak yang sudah meninggalkan pakaian pengantin khas budaya asalnya dan diganti dengan pakaian ala barat yaitu pengantin pria memakai jass dan wanita memakai gaun.
2. Kesenian
Kesenian
bisa saja berubah atau tergantikan seiring perkembangan zaman. Saat ini, banyak
kesenian di Indonesia yang mulai punah karena anak bangsa tidak suka dengan
kesenian tersebut. Bahkan mereka lebih suka mempelajari kesenian asing dengan
alasan trendy. Namun, masih banyak kesenian populer Indonesia yang masih bisa
bertahan sampai sekarang.
4. Bahasa Daerah
Indonesia
memiliki banyak sekali bahasa daerah. Namun, banyak juga bahasa yang mulai
punah. Itu mungkin disebabkan karena mereka lebih berminat untuk menggunakan
Bahasa Indonesia atau bahasa Inggris dibandingkan bahasa daerahnya sendiri. Itu
mungkin karena bahasa tersebut jangkauan komunikasinya lebih luas dibandingkan
bahasa daerahnya yang cenderung hanya dimengerti oleh anggota masyarakat di
daerah tersebut.
5. Masuknya Budaya Barat
Budaya di Indonesia telah
banyak tercampur dengan budaya asing. Itu mungkin disebakan karena kebudayaan
itu lebih menyenangkan dibandingkan budayanya sendiri. Seperti budaya hari
Valentine dan pesta ulang tahun. Sebenarnya budaya asli Indonesia telah
memiliki budaya yang mirip dengan budaya tadi. Namun, budaya tersebut terkadang
dianggap kurang meriah. Contoh perubahan besar lainnya adalah penggunaan
komputer dan alat-alat teknologi sebagai pengganti buku untuk mencari
tugas. Hal itu disebabkan oleh kemudahan menggunakan alat-alat teknologi
tersebut.
6.Cara berkomunikasi
Perubahan pada cara berkomunikasi
bisa terjadi. Beberapa tahun lalu kita masih menggunakan surat untuk berkomunikasi
jarak jauh dan sekarang, dengan menggunakan jejaring sosial atau alat
komunikasi, seseorang bisa berkomunikasi dengan cepat dan praktis.
Kesimpulan :
Manusia dan Kebudayaaan tidak dapat dipisahkan karena kebudayaan itu sendiri lahir dari ide dan gagasan setiap manusia. Setiap manusia memiliki kebudayaannya masing-masing tergantung dimana tempat dia dilahirkan dan dibesarkan, norma dan adat istiadat di lingkungan sekitar, dan interaksi antara manusia itu sendiri. Kebudayaan sangat penting bagi manusia karena budaya adalah identitas seseorang yang mencerminkan tempat dia berasal. Seiring berjalannya waktu, suatu budaya mengalami perubahan. Beberapa faktor yang memengaruhi kebudayaan itu diantaranya bersinggungan dengan budaya atau agama lain, atau budaya bisa berubah karena perubahan zaman seiring berkembangnya Teknologi dan Ilmu peretahuan. Kita sebagai bagian dari masyarakat Indonesia sudah sepantasnya menjaga dan melestarikan kebudayaan nenek moyang kita mengingat Indonesia memiliki banyak sekali warisan kebudayaan yang tidak dimiliki oleh negara lain.
Sumber :
http://camagun.blogspot.co.id/2015/07/hubungan-manusia-dengan-kebudayaan.html
https://parkjiyoung.wordpress.com/2013/01/07/hubungan-manusia-dan-kebudayaan/
Rabu, 09 Desember 2015
Softskill Teori Organisasi Umum 2 - Tugas 3
Pengertian
& Fungsi Budaya Organisasi
Pengertian
Budaya Organisasi Menurut Para Ahli
Ø Susanto: Pengertian
budaya organisasi menurut susanto adalah nilai-nilai yang menjadi pedoman
sumber daya manusia untuk menghadapi permasalahan eksternal dan usaha penyesuaian
integrasi ke dalam perusahaan sehingga masing-masing anggota organisasi harus
memahami nilai-nilai yang ada dan sebagaimana mereka harus bertingkah laku atau
berperilaku.
Ø Robbins: Budaya
organisasi menurut Robbins adalah suatu sistem makna bersama yang dianut oleh
anggota-anggota yang membedakan organisasi tersebut dengan yang lain.
Ø Gareth
R. Jones: Definisi budaya organisasi menurut Gareth R. Jones adalah suatu
persepsi bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi, suatu sistem dari
makna bersama.
Ø Walter
R. Freytag: Pengertian budaya organisasi menurut Walter R. Freytag bahwa
budaya organisasi adalah asumsi-asumsi dan nilai-nilai yang disadari atau tidak
disadari yang mampu mengikat kepaduan suatu organisasi. Asumsi dan nilai
tersebut menentukan pola perilaku para anggota di dalam organisasi.
Ø Larissa
A. Grunig, et.al.., : Menurut Larissa A. Grunig, et. al.., bahwa budaya
organisasi adalah totalitas nilai, simbol, makna, asumsi, dan harapan yang
mampu mengorganisasikan suatu kelompok yang bekerja secara bersama-sama.
Ø Lathans
(1998): Budaya organisasi menurut Lathans (1998) adalah norma-norma dan
nilai-nilai yang mengarahkan perilaku anggota organisasi. Setiap anggota
organisasi akan berperilaku sesuai dengan budaya yang berlaku agar diterima
oleh lingkungannya.
Ø Sarpin
(1995): Pengertian budaya organisasi menurut sarpin adalah suatu sistem
nilai, kepercayaan dan kebiasaan dalam suatu organisasi yang saling
berinteraksi dengan struktur system formalnya untuk menghasilkan norma-norma
perilaku organisasi.
Ø Schein: Menurut
Schein, pengertian budaya organisasi adalah suatu pola dari asumsi-asumsi dasar
yang ditemukan, diciptakan atau dikembangkan oleh suatu kelompok tertentu,
dengan maksud agar organisasi elajar mengatasi dan menganggulangi masalah-masalah
yang timbul akibat adaptasi eksternal dan integrasi internal yang sudah
berjalan dengan cukup baik, sehingga perlu diajarkan kepada anggota-anggota
baru sebagai cara yang benar untuk memahami, memikirkan dan merasakan berkanaan
dengan masalah-masalah tersebut.
Ø Mondy
dan Noe (1996): Menurutnya budaya organisasi adalah system dari shared values,
keyakinan dan kebiasaan-kebiasaan dalam suatu organisasi yang saling
berinteraksi dengan struktur formalnya untuk menciptakan norma-norma perilaku.
Ø Hodge,
Anthony dan Gales (1996): Budaya organisasi menurut mereka adalah
konstruksi dari dua tingkat karakteristik, yaitu karakteristik organisasi yang
kelihatan (observable) dan yang tidak kelihatan (unoservable).
Fungsi
Budaya Organisasi Menurut Para Ahli
Fungsi
budaya pada umumnya sukar dibedakan dengan fungsi budaya kelompok atau budaya
organisasi, karena budaya merupakan gejala sosial. Menurut Ndraha (1997 :
21) ada beberapa fungsi budaya, yaitu :
1. Sebagai identitas dan citra suatu masyarakat
2. Sebagai pengikat suatu masyarakat
3. Sebagai sumber
4. Sebagai kekuatan penggerak
5. Sebagai kemampuan untuk membentuk nilai tambah
6. Sebagai pola perilaku
7. Sebagai warisan
8. Sebagai pengganti formalisasi
9. Sebagai mekanisme adaptasi terhadap perubahan
1. Sebagai identitas dan citra suatu masyarakat
2. Sebagai pengikat suatu masyarakat
3. Sebagai sumber
4. Sebagai kekuatan penggerak
5. Sebagai kemampuan untuk membentuk nilai tambah
6. Sebagai pola perilaku
7. Sebagai warisan
8. Sebagai pengganti formalisasi
9. Sebagai mekanisme adaptasi terhadap perubahan
10.
Sebagai proses yang menjadikan bangsa kongruen dengan negara sehingga terbentuk
nation – state
Sedangkan menurut Robbins (1999:294) fungsi
budaya didalam sebuah organisasi adalah :
1. Budaya mempunyai suatu peran menetapkan tapal
batas
2. Budaya berarti identitas bagi suatu anggota
organisasi
3. Budaya mempermudah timbulnya komitmen
4. Budaya meningkatkan kemantapan sistem social
Dan menurut pendapat Siagian
(1992:153) mencatat lima fungsi penting budaya organisasi, yaitu:
1. Sebagai penentu batas-batas perilaku dalam arti menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, apa yang dipandang baik atau tidak baik, menentukan yang benar dan yang salah.
2. Menumbuhkan jati diri suatu organisasi dan para anggotanya.
3. Menumbuhkan komitmen sepada kepentingan bersama di atas kepentingan individual atau kelompok sendiri.
4. Sebagai tali pengikat bagi seluruh anggota organisasi
5. Sebagai alat pengendali perilaku para anggota organisasi yang bersangkutan.
1. Sebagai penentu batas-batas perilaku dalam arti menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, apa yang dipandang baik atau tidak baik, menentukan yang benar dan yang salah.
2. Menumbuhkan jati diri suatu organisasi dan para anggotanya.
3. Menumbuhkan komitmen sepada kepentingan bersama di atas kepentingan individual atau kelompok sendiri.
4. Sebagai tali pengikat bagi seluruh anggota organisasi
5. Sebagai alat pengendali perilaku para anggota organisasi yang bersangkutan.
Menurut pendapat Beach (Horrison, 1972) mencatat
tujuh fungsi penting budaya organisasi, yaitu :
1. Menentukan hal penting yang mendasari organisasi
,standar keberhasilan dan kegagalan harus bias diukur.
2. Menjelaskan bagaiman sumber-sumber organiosasi
digunakan dan untuk kepentingan apa.
3. Menciptakan apa organisasi dan anggotanya dapat
mengharap satu sama lain.
4. Membuat beberapa metode pengontrolan perilaku dalam
keabsahan organisasi dan membuat yang lain tidak abash yaitu menentukan dimana
kekuasaan terletek dalam organisasi dan bagaimana menggunakannya.
Perencanaan
Strategis Pengembangan Organisasi.
Perencanaan strategis adalah proses yang
dilakukan suatu organisasi untuk
menentukan strategi atau
arahan, sertamengambil
keputusan untuk mengalokasikan sumber dayanya (termasuk modal dan sumber daya manusia)
untuk mencapai strategi ini. Berbagai teknik analisis
bisnis dapat dgunakan dalam proses ini, termasuk
analisis SWOT (Strengths,
Weaknesses, Opportunities, Threats), PEST (Political,
Economic, Social, Technological), atau STEER (Socio-cultural,
Technological, Economic, Ecological, Regulatory).
Perencanaan
Strategis ( Strategic Planning ) adalah sebuah alat manajemen yang
digunakan untuk mengelola kondisi saat ini untuk melakukan proyeksi kondisi
pada masa depan, sehingga rencana strategis adalah sebuah petunjuk yang dapat
digunakan organisasi dari kondisi saat ini untuk mereka bekerja menuju 5 sampai
10 tahun ke depan ( Kerzner , 2001 )
Untuk
mencapai sebuah strategy yang telah ditetapkan oleh organisasi dalam rangka
mempunyai keunggulan kompetitif, maka para pimpinan perusahaan, manajer
operasi, haruslah bekerja dalam sebuah sistem yang ada pada proses perencanaan
strategis / strategic planning ( Brown , 2005 ). Kemampuan manufaktur, harus
dipergunakan secara tepat, sehingga dapat menjadi sebuah senjata yang unggul
dalam sebuah perencanaan stategi ( Skinner, 1969 ).Untuk mencapai sebuah
strategy yang telah ditetapkan oleh organisasi dalam rangka mempunyai
keunggulan kompetitif, maka para pimpinan perusahaan, manajer operasi, haruslah
bekerja dalam sebuah sistem yang ada pada proses perencanaan strategis Brown ,
2005 ). Kemampuan manufaktur, harus dipergunakan secara tepat, sehingga dapat
menjadi sebuah senjata yang unggul dalam sebuah perencanaan stategi ( Skinner,
1969 ).
Perencanaan strategis secara eksplisit berhubungan dengan
manajemen perubahan, hal ini telah menjadi hasil penelitian beberapa ahli
(e.g., Ansoff, 1965; Anthony,1965; Lorange, 1980; Steiner, 1979). Lorange
(1980), menuliskan, bahwa strategic planning adalah kegiatan yang mencakup
serangkaian proses dari inovasi dan mengubah perusahaan, sehingga apabila
strategic planning tidak mendukung inovasi dan perubahan, maka itu adalah
kegagalan
Ada 2 (dua) alasan yang menunjukkan pentingnya
Perencanaan Strategis :
·
memberikan kerangka dasar dalam mana semua
bentuk-bentuk perencanaan lainnya yang harus di ambil.
·
akan mempermudah pemahaman bentuk-bentuk
perencaaan lainnya.
Dengan adanya perencanaan strategis ini maka konsepsi
perusahaan menjadi jelas sehingga akan memudahkan dalam memformulasikan sasaran
serta rencana-rencana lain dan dapat mengarahkan sumber-sumber organisasi
secara efektif.
Perubahan
dan Pengembangan Organisasi.
NENI
NURMAYANTI HUSANAH
Perubahan merupakan sesuatu yang unik karena perubahan-perubahan
yang
terjadi dalam berbagai kehidupan itu berbeda-beda dan tidak bias
disamakan,
walaupun memmiliki beberapa persamaan dalam prosesnya.
BRIAN
CLEGG
Perubahan merupakan suatu
kekuatan yang sangat hebat, yang dapat
memotivasi atau mendemotivasi.
A.B
SUSANTO
Perubahan
adalah keniscayaan yang menyertai kehidupan,
dapat terjadi dimana saja, kapan saja, dan
menimpa siapa saja.
Definisi
perkembangan menurut para ahli:
Perkembangan merupakan serangkaian
perubahan progresif yang terjadi sebagai akibat
dari proses kematangan dan pengalaman dan terdiri
atas serangkaian perubahan yang bersifat kualitatif
dan kuantitatif ( E.B. Harlock ). Dimaksudkan bahwa
perkembangan merupakan proses perubahan individu yang
terjadi dari kematangan (kemampuan seseorang
sesuai usia normal) dan pengalaman yang
merupakan interaksi antara individu dengan
lingkungan sekitar yang menyebabkan perubahan
kualitatif dan kuantitatif ( dapat diukur) yang menyebabkan
perubahan pada diri individu tersebut.
Perkembangan mengandung makna
adanya pemunculan sifat-sifat yang baru, yang
berbeda dari sebelumnya ( Kasiram, 1983 : 23), menandung
arti bahwa perkembangan merupakan peubahan sifat
individu menuju kesempurnaan yang merupakan
penyempurnaan dari sifat-sifat sebelumnya.
B. LANGKAH-LANGKAH PERUBAHAN ORGANISASI
1. Masalah dalam perubahan
Banyak masalah yang bisa terjadi ketika perubahan akan
dilakukan. Masalah yang paling sering dan menonjol adalah “penolakan atas
perubahan itu sendiri”. Istilah yang sangat populer dalam manajemen adalah
resistensi perubahan (resistance to change). Penolakan atas perubahan tidak
selalu negatif karena justru karena adanya penolakan tersebut maka perubahan
tidak bisa dilakukan secara sembarangan.
Penolakan atas perubahan tidak selalu muncul dipermukaan
dalam bentuk yang standar. Penolakan bisa jelas kelihatan (eksplisit) dan
segera, misalnya mengajukan protes, mengancam mogok, demonstrasi, dan
sejenisnya; atau bisa juga tersirat (implisit), dan lambat laun, misalnya
loyalitas pada organisasi berkurang, motivasi kerja menurun dan lain
sebagainya.
Sumber Penolakan atas Perubahan
Untuk keperluan analitis, dapat dikategorikan sumber
penolakan atas perubahan, menurut Stephen P. Robbins, yaitu penolakan yang
dilakukan oleh individual dan yang dilakukan oleh kelompok atau organisasional
.
Tahapan Manajemen Perubahan
Suatu perubahan terjadi melalui tahap-tahapan.
Pertama-tama adanya dorongan dari dalam (dorongan internal), kemudian ada
dorongan dari luar (dorongan eksternal).
Untuk manajemen perubahan adanya tahapan perubahan. Tahap-tahap manajemen perubahan ada empat, yaitu:
Untuk manajemen perubahan adanya tahapan perubahan. Tahap-tahap manajemen perubahan ada empat, yaitu:
Tahap 1, tahap identifikasi perubahan, diharapkan
seseorang dapat mengenal perubahan apa yang akan dilakukan /terjadi. Dalam
tahap ini seseorang atau kelompok dapat mengenal kebutuhan perubahan dan
mengidentifikasi tipe perubahan.
Tahap 2, tahap perencanaan perubahan. Pada tahap ini
harus dianalisis mengenai diagnostik situasional tehnik, pemilihan strategi
umum, dan pemilihan. Dalam proses ini perlu dipertimbangkan adanya factor
pendukung sehingga perubahan dapat terjadi dengan baik.,
Tahap 3, tahap implementasi perubahan dimana terjadi
proses pencairan, perubahan dan pembekuan yang diharapkan. Apabila suatu
perubahan sedang terjadi kemungkinan timbul masalah.
Tahap 4, tahap evaluasi dan umpan balik. Untuk melakukan
evaluasi diperlukan data, oleh karena itu dalam tahap ini dilakukan pengumpulan
data dan evaluasi data tersebut. Dimana Hasil evaluasi ini dapat di umpan balik
kepada tahap 1 sehingga memberi dampak pada perubahan yang diinginkan
berikutnya.
Sumber artikel :
Ø https://rakhmawatinoor27.wordpress.com/2014/05/26/tugas-kelompok-softskill-2/
Rabu, 28 Oktober 2015
Softskill Teori Organisasi Umum 2 - Tugas 2
Komunikasi
A.
Pengertian dan
Arti Komunikasi
Kata atau istilah komunikasi (dari bahasa Inggris
“communication”),secara etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa
Latin communicatus, dan perkataan ini bersumber pada kata communis Dalam kata communis
ini memiliki makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama’ yaitu suatu usaha
yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna.
Komunikasi
adalah suatu proses penyampaian pesan (ide, gagasan) dari satu pihak kepada
pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya. Pada umumnya,
komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata yang dapat dimengerti oleh
kedua belah pihak. Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau
sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain.
Komunikasi
bukan cuma terkait dengan bagaimana cara menggunakan bahasa tapi sangat terkait
juga dalam menyampaikan pesan dalam bentuk yang lainnya seperti tatapan mata,
gesture tubuh, serta mungkin intonasi.
Komunikasi itu penting, semua orang tahu, karena ini merupakan basic instinct dari setiap makhluk hidup. Setiap makhluk punya cara komunikasi masing-masing, setiap manusia pun tak lepas dari cara dia melakukan komunikasi. Kita tak bisa membeda-bedakan bahasa, suku, adat, kebiasaan, tradisi maupun agama karena pada dasarnya berkomunikasi, menyampaikan pesan itu asal dilakukan dengan baik dan benar, serta dalam keadaan saling terbuka, fikiran jernih tanpa sentimen dan perasaan negatif, pasti maksud yang ingin disampaikan dapat diterima.
B.
Jenis dan Proses Komunikasi
Jenis-jenis Komunikasi, yaitu :
1. Komunikasi Intrapribadi :
Komunikasi intrapribadi (intrapersonal communication) adalahkomunikasi dengan diri sendiri, baik kita sadari atau tidak. Misalnyaberpikir.
Komunikasi intrapribadi (intrapersonal communication) adalahkomunikasi dengan diri sendiri, baik kita sadari atau tidak. Misalnyaberpikir.
2. Komunikasi Antarpribadi :
Komunikasi antarpribadi (interpersonal communication) adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yangmemungkinkan respon verbal maupun nonverbal berlangsung secara langsung. Bentuk khusus komunikasi antarpribadi ini adalah komunikasi diadik (dyadic communication) yang hanya melibatkan dua individu,misalnya suami- istri, dua sejawat, guru-murid. Ciri-ciri komunikasi diadik adalah pihak- pihak yang berkomunikasi berada dalam jarakyang dekat; pihak-pihak yang berkomunikasi mengirim dan menerimapesan secara langsung dan simultan.
Komunikasi antarpribadi (interpersonal communication) adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yangmemungkinkan respon verbal maupun nonverbal berlangsung secara langsung. Bentuk khusus komunikasi antarpribadi ini adalah komunikasi diadik (dyadic communication) yang hanya melibatkan dua individu,misalnya suami- istri, dua sejawat, guru-murid. Ciri-ciri komunikasi diadik adalah pihak- pihak yang berkomunikasi berada dalam jarakyang dekat; pihak-pihak yang berkomunikasi mengirim dan menerimapesan secara langsung dan simultan.
3. Komunikasi Kelompok (Kecil) :
Komunikasi kelompok merujuk pada komunikasi yang dilakukan sekelompok kecil orang (small-group communication). Kelompok sendiri merupakan sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama, yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuanbersama, saling mengenal satu sama lain, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut. Komunikasi antarpribadi berlaku dalam komunikasi kelompok.
Komunikasi kelompok merujuk pada komunikasi yang dilakukan sekelompok kecil orang (small-group communication). Kelompok sendiri merupakan sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama, yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuanbersama, saling mengenal satu sama lain, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut. Komunikasi antarpribadi berlaku dalam komunikasi kelompok.
4. Komunikasi Publik :
Komunikasi publik adalah komunikasi antara seorang pembicara dengan sejumlah orang (khalayak), yang tidak bisa dikenali satu persatu. Komunikasi publik meliputi ceramah, pidato, kuliah, tabligh akbar, dan lain-lain. Ciri-ciri komunikasi publik adalah: berlangsung lebih formal;menuntut persiapan pesan yang cermat, menuntut kemampuanmenghadapi sejumlah besar orang; komunikasi cenderung pasif; terjadi di tempat umum yang dihadiri sejumlah orang; merupakan peristiwayang direncanakan; dan ada orang-orang yang ditunjuk secara khususmelakukan fungsi-fungsi tertentu.
Komunikasi publik adalah komunikasi antara seorang pembicara dengan sejumlah orang (khalayak), yang tidak bisa dikenali satu persatu. Komunikasi publik meliputi ceramah, pidato, kuliah, tabligh akbar, dan lain-lain. Ciri-ciri komunikasi publik adalah: berlangsung lebih formal;menuntut persiapan pesan yang cermat, menuntut kemampuanmenghadapi sejumlah besar orang; komunikasi cenderung pasif; terjadi di tempat umum yang dihadiri sejumlah orang; merupakan peristiwayang direncanakan; dan ada orang-orang yang ditunjuk secara khususmelakukan fungsi-fungsi tertentu.
5. Komunikasi Organisasi :
Komunikasi organisasi (organizational communication) terjadi dalam suatu organisasi, bersifat formal dan informal, dan berlangsung dalam jaringan yang lebih besar dari komunikasi kelompok. Komunikasi organisasi juga melibatkan komunikasi diadik, komunikasi antarpribadi, dan komunikasi publik tergantung kebutuhan.
Komunikasi organisasi (organizational communication) terjadi dalam suatu organisasi, bersifat formal dan informal, dan berlangsung dalam jaringan yang lebih besar dari komunikasi kelompok. Komunikasi organisasi juga melibatkan komunikasi diadik, komunikasi antarpribadi, dan komunikasi publik tergantung kebutuhan.
6. Komunikasi Massa :
Komunikasi massa (mass communication) adalah komunikasi yangmenggunakan media massa cetak maupun elektronik yang dikelola sebuah lembaga atau orang yang dilembagakan yang ditujukan kepada sejumlah besar orang yang tersebar, anonim, dan heterogen. Pesan- pesannya bersifat umum, disampaikan secara serentak, cepat dan selintas.
Komunikasi massa (mass communication) adalah komunikasi yangmenggunakan media massa cetak maupun elektronik yang dikelola sebuah lembaga atau orang yang dilembagakan yang ditujukan kepada sejumlah besar orang yang tersebar, anonim, dan heterogen. Pesan- pesannya bersifat umum, disampaikan secara serentak, cepat dan selintas.
PROSES KOMUNIKASI
Proses komunikasi adalah bagaimana komunikator menyampaikanpesan kepada
komunikannya, sehingga dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan
dengan komunikatornya. Proseskomunikasi ini bertujuan untuk menciptakan
komunikasi yang efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya). Proses
komunikasi, banyak melalui perkembangan.
Proses komunikasi dapat terjadi apabila ada interaksi antar manusiadan ada penyampaian pesan untuk mewujudkan motif komunikasi.
Proses komunikasi dapat terjadi apabila ada interaksi antar manusiadan ada penyampaian pesan untuk mewujudkan motif komunikasi.
Tahapan proses komunikasi adalah sebagai berikut :
1. Penginterpretasian.
2. Penyandian.
3. Pengiriman.
4. Perjalanan.
5. Penerimaan.
6. Penyandian balik.
7. Penginterpretasian.
1. Penginterpretasian.
2. Penyandian.
3. Pengiriman.
4. Perjalanan.
5. Penerimaan.
6. Penyandian balik.
7. Penginterpretasian.
C.
Komunikasi yang
Efektif
Pengertian
Komunikasi Efektif
Komunikasi efektif (effective communications) adalah komunikasi yang
tepat sasaran, berhasil guna, atau mencapai tujuan --menyampaikan informasi (to
inform), mengibur (to entertain), atau membujuk (to persuade). Barbara Brown
dalam "What is Effective Communication?" di laman Live Strong
menyebutkan, komunikasi efektif itu melibatkan kejelasan, perkataan langsung,
dan aktif mendengarkan (clear, direct speech, active listening). Komunikasi
adalah proses berbagi (sharing) informasi, pemikiran, dan perasaan antara
orangorang melalui pembicaraan (speaking), tulisan (writing), atau bahasa tubuh
(body languange). Komunikasi dikatakan efektif jika informasi, pemikiran, atau
pesan yang disampaikan dapat diterima dan dipahami dengan baik sehingga
menciptakan kesamaan persepsi, mengubah perilaku, atau mendapatkan informasi
(menjadi tahu/paham).
Komponen
Komunikasi Efektif
Encoding
Komunikasi efektif
diawali dengan encoding atau penetapan kode atau simbol yang memungkinkan pesan
tersampaikan secara jelas dan dapat diterima serta dipahami dengan baik oleh
komunikan (penerima pesan).
Decoding
Decoding, komponen
penting lainnya dalam komunikasi efektif, yaitu kemampuan penerima memahami
pesan yang diterimanya. Karenanya, dalam komunikasi efektif, pemahaman tentang
audiens sangat penting guna menentukan metode penyampaian dan gaya bahasa yang
cocok dengan mereka.
Konteks (Context)
Konteks komunikasi
yaitu konteks komunikasi yaitu ruang, tempat, dan kepada siapa kita melakukan
komunikasi. Konteks komunikasi juga mengacu kepada level komunikasi --
komunikasi antarpribadi, komunikasi kelompok (grup), komunikasi organisasi,
komunikasi massa. Konteks komunikasi mempertimbangkan usia, wilayah, jenis
kelamin, dan kemampuan
Gangguan/Hambatan (Interference)
Emosi bisa
mengganggu terjadinya komunikasi efektif. Jika komunikator marah, kemampuannya
mengirimkan pesan efektif mungkin berpengaruh negatif. Begitu juga jika
komunikan dalam keadaan kecewa atau tidak setuju dengan komunikator, mungkin
dia mendengar sesuatu yang berbeda.
Pikiran Terbuka
(Be Open-minded)
Pikiran tebuka
meurpakan komponen penting lain dalam komunikasi efektif. Jangan terburu
menilai atau mengkritisi ucapan orang lain. Kita harus mengedepankan respek,
menghargai pendapat atau pandangan orang lain, juga menujukkan empati dengan
berusaha memahami situsai atau masalah dari perspektif orang lain.
Mendengar Aktif
(Active Listening)
Menjadi pendengar
yang baik dan aktif akan meningkatkan pemahaman atas pemikiran dan perasaan
orang lain. Tunjukkan bahwa kita fokus mendengarkan ucapan orang lain, misalnya
dengan menganggukkan kepala dan membuat "indikasi verbal" bahwa kita
setuju dengan mengatakan --misalnya-- "oh...". Jangan menginterupsi
pembicaraan orang lain. Ini akan mengganggu kelancaran obrolan. Refleksi
(Reflection)Pastikan bahwa kita mengerti ucapan orang lain dengan
"konfirmasi", yaitu meringkas pesan utama yang disampaikan orang
lain. Kita bisa mengulang yang diucapkan orang lain, sekaligus
"klarifikasi" bahwa maksud perkatannya "begini" dan
"begitu".
Kepemimpinan
A.
Teori dan Arti Kepemimpinan
TEORI-TEORI KEPEMIMPINAN
1. Teori Sifat
Teori ini
bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemimpin ditentukan
oleh sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri yang dimiliki pemimpin itu. Atas
dasar pemikiran tersebut timbul anggapan bahwa untuk menjadi seorang
pemimpin yang berhasil, sangat ditentukan oleh kemampuan pribadi pemimpin. Dan
kemampuan pribadi yang dimaksud adalah kualitas seseorang dengan berbagai
sifat, perangai atau ciri-ciri di dalamnya.
Ciri-ciri ideal
yang perlu dimiliki pemimpin menurut Sondang P Siagian (1994:75-76) adalah:
– pengetahuan umum yang luas, daya ingat yang kuat, rasionalitas,
obyektivitas, pragmatisme, fleksibilitas, adaptabilitas, orientasi masa depan;
– sifat inkuisitif, rasa tepat waktu, rasa kohesi yang tinggi, naluri relevansi, keteladanan, ketegasan, keberanian, sikap yang antisipatif, kesediaan menjadi pendengar yang baik, kapasitas integratif;
– kemampuan untuk bertumbuh dan berkembang, analitik, menentukan skala prioritas, membedakan yang urgen dan yang penting, keterampilan mendidik, dan berkomunikasi secara efektif.
– sifat inkuisitif, rasa tepat waktu, rasa kohesi yang tinggi, naluri relevansi, keteladanan, ketegasan, keberanian, sikap yang antisipatif, kesediaan menjadi pendengar yang baik, kapasitas integratif;
– kemampuan untuk bertumbuh dan berkembang, analitik, menentukan skala prioritas, membedakan yang urgen dan yang penting, keterampilan mendidik, dan berkomunikasi secara efektif.
Walaupun teori
sifat memiliki berbagai kelemahan (antara lain : terlalu bersifat deskriptif,
tidak selalu ada relevansi antara sifat yang dianggap unggul dengan efektivitas
kepemimpinan) dan dianggap sebagai teori yang sudah kuno, namun apabila kita
renungkan nilai-nilai moral dan akhlak yang terkandung didalamnya mengenai
berbagai rumusan sifat, ciri atau perangai pemimpin; justru sangat diperlukan
oleh kepemimpinan yang menerapkan prinsip keteladanan.
2. Teori Perilaku
Dasar pemikiran
teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku seorang individu ketika
melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan. Dalam
hal ini, pemimpin mempunyai deskripsi perilaku:
a.
konsiderasi dan struktur inisiasi
Perilaku seorang
pemimpin yang cenderung mementingkan bawahan memiliki ciri ramah
tamah,mau berkonsultasi, mendukung, membela, mendengarkan, menerima usul dan
memikirkan kesejahteraan bawahan serta memperlakukannya setingkat dirinya. Di
samping itu terdapat pula kecenderungan perilaku pemimpin yang lebih
mementingkan tugas organisasi.
b.
berorientasi kepada bawahan dan produksi
perilaku pemimpin
yang berorientasi kepada bawahan ditandai oleh penekanan pada hubungan
atasan-bawahan, perhatian pribadi pemimpin pada pemuasan kebutuhan bawahan
serta menerima perbedaan kepribadian, kemampuan dan perilaku bawahan. Sedangkan
perilaku pemimpin yang berorientasi pada produksi memiliki kecenderungan
penekanan pada segi teknis pekerjaan, pengutamaan penyelenggaraan dan
penyelesaian tugas serta pencapaian tujuan.
3.
Teori Situasional
Keberhasilan
seorang pemimpin menurut teori situasional ditentukan oleh ciri kepemimpinan
dengan perilaku tertentu yang disesuaikan dengan tuntutan situasi kepemimpinan
dan situasi organisasional yang dihadapi dengan memperhitungkan faktor waktu
dan ruang. Faktor situasional yang berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan
tertentu menurut Sondang P. Siagian (1994:129) adalah
* Jenis pekerjaan dan kompleksitas tugas;
* Bentuk dan sifat teknologi yang digunakan;
* Persepsi, sikap dan gaya kepemimpinan;
* Norma yang dianut kelompok;
* Rentang kendali;
* Ancaman dari luar organisasi;
* Tingkat stress;
* Iklim yang terdapat dalam organisasi.
* Bentuk dan sifat teknologi yang digunakan;
* Persepsi, sikap dan gaya kepemimpinan;
* Norma yang dianut kelompok;
* Rentang kendali;
* Ancaman dari luar organisasi;
* Tingkat stress;
* Iklim yang terdapat dalam organisasi.
ARTI KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan atau Leadership adalah
suatu cara untuk mempengaruhi dan memotivasi orang lain, bawahan atau kelompok
untuk saling bekerja sama dalam upaya mencapai suatu tujuan bersama tanpa
adanya unsur paksaan. Dalam pengertian diatas dapat di ambil 4 poin inti dalam
kepemimpinan, yaitu :
1. kepemimpinan merupakan sebuah proses
2. kepemimpinan melibatkan pengaruh
3. kepemimpinan muncul di dalam kelompok
4. kepemimpinan melibatkan tujuan bersama
Kepemimpinan sangat penting
dalam suatu organisasi, karena kepemimpinan merupakan faktor kunci dalam
suksesnya suatu organisasi atau manajemen. Kepemimpinan itu ada di dalam diri
pemimpin. Suatu organisasi akan menjadi buta dan tidak memiliki arah jika tidak
ada unsur kepemimpinan dalam organisasi tersebut.
Dalam Kepemimpinan terdapat
Pemimpin dan Pimpinan dan jangan pernah menganggap sama antara keduanya.
Pimpinan : Orang
yang dipilih berdasarkan suatu seleksi dan tentunya dia tidak sepenuhnya
disukai oleh yang lainnya, biasanya pimpinan berorientasi pada hasil.
Pemimpin : Orang
yang dianggap mampu menjadi pedoman hidup atau panutan bagi orang lain, dan
tentunya dia disukai oleh banyak orang dan dipilih berdasarkan kepercayaan
serta berorientassi pada proses. Pemimpin harus berada satu langkah didepan
dari anggotanya.
Kepemimpinan sangat erat
hubungannya dengan kepercayaan. Membangun kepercayaan anggota atau bawahan itu
sangat sulit. Sehingga diperlukan bukti nyata ketika memimpin suatu organisasi.
Ketika kepercayaan menjauh tujuanpun akan menjauh, tapi jika kepercayaan dekat
dengan kita yakinlah tujuanpun semakin dekat dengan kita.
Ada sebuah kutipan dari
mantan Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla : “ Katakan yang akan dikerjakan,
Kerjakan yang dikatakan, dan Komunikasikan apa yang telah dikerjakan dan yang
tidak dikerjakan “. Tidak mustahil dengan membangun ketiga hal tersebut
kepercayaan akan lebih mudah terbina.
B. Tipologi
Komunikasi
1. Komunikasi
intrapribadi
Komunikasi intrapribadi (intrapersonal
communication) adalah komunikasi dengan diri sendiri, baik kita sadari atau
tidak. Komunikasi interpersonal adalah
proses pertukaran informasi diantara seseorang dengan paling kurang seorang
lainnya atau biasanya di antara dua orang yang dapat langsung diketahui
balikannya. (Muhammad, 2005,p.158-159).
Komunikasi interpersonal adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal atau nonverbal. Komunikasi interpersonal ini adalah komunikasi yang hanya dua orang, seperti suami istri, dua sejawat, dua sahabat dekat, guru-murid dan sebagainya (Mulyana, 2000, p. 73)
2. Komunikasi
antarpribadi
Komunikasi antarpribadi (interpersonal communication) adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan respon verbal maupun nonverbal berlangsung secara langsung. Bentuk khusus komunikasi antarpribadi ini adalah komunikasi diadik (dyadic communication) yang hanya melibatkan dua individu, misalnya suami-istri, dua sejawat, guru-murid.
Aktivitas dari komunikasi intrapribadi yang kita lakukan sehari-hari dalam upaya memahami diri pribadi diantaranya adalah; berdo'a, bersyukur, instrospeksi diri dengan meninjau perbuatan kita dan reaksi hati nurani kita, mendayagunakan kehendak bebas, dan berimajinasi secara kreatif .
Komunikasi antarpribadi (interpersonal communication) adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan respon verbal maupun nonverbal berlangsung secara langsung. Bentuk khusus komunikasi antarpribadi ini adalah komunikasi diadik (dyadic communication) yang hanya melibatkan dua individu, misalnya suami-istri, dua sejawat, guru-murid.
Aktivitas dari komunikasi intrapribadi yang kita lakukan sehari-hari dalam upaya memahami diri pribadi diantaranya adalah; berdo'a, bersyukur, instrospeksi diri dengan meninjau perbuatan kita dan reaksi hati nurani kita, mendayagunakan kehendak bebas, dan berimajinasi secara kreatif .
3. Komunikasi
kelompok (kecil)
Komunikasi kelompok merujuk pada komunikasi yang dilakukan sekelompok kecil orang (small-group communication). Kelompok sendiri merupakan sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama, yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, saling mengenal satu sama lain, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut. Komunikasi antarpribadi berlaku dalam komunikasi kelompok.
Komunikasi kelompok merujuk pada komunikasi yang dilakukan sekelompok kecil orang (small-group communication). Kelompok sendiri merupakan sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama, yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, saling mengenal satu sama lain, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut. Komunikasi antarpribadi berlaku dalam komunikasi kelompok.
4. Komunikasi publik
Komunikasi publik adalah komunikasi antara seorang pembicara dengan sejumlah orang (khalayak), yang tidak bisa dikenali satu persatu. Komunikasi publik meliputi ceramah, pidato, kuliah, tabligh akbar, dan lain-lain. Ciri-ciri komunikasi publik adalah: berlangsung lebih formal; menuntut persiapan pesan yang cermat, menuntut kemampuan menghadapi sejumlah besar orang; komunikasi cenderung pasif; terjadi di tempat umum yang dihadiri sejumlah orang; merupakan peristiwa yang direncanakan; dan ada orang-orang yang ditunjuk secara khusus melakukan fungsi-fungsi tertentu.
Komunikasi publik adalah komunikasi antara seorang pembicara dengan sejumlah orang (khalayak), yang tidak bisa dikenali satu persatu. Komunikasi publik meliputi ceramah, pidato, kuliah, tabligh akbar, dan lain-lain. Ciri-ciri komunikasi publik adalah: berlangsung lebih formal; menuntut persiapan pesan yang cermat, menuntut kemampuan menghadapi sejumlah besar orang; komunikasi cenderung pasif; terjadi di tempat umum yang dihadiri sejumlah orang; merupakan peristiwa yang direncanakan; dan ada orang-orang yang ditunjuk secara khusus melakukan fungsi-fungsi tertentu.
5. Komunikasi
organisasi
Komunikasi organisasi (organizational communication) terjadi dalam suatu organisasi, bersifat formal dan informal, dan berlangsung dalam jaringan yang lebih besar dari komunikasi kelompok. Komunikasi organisasi juga melibatkan komunikasi diadik, komunikasi antarpribadi, dan komunikasi publik tergantung kebutuhan.
Komunikasi organisasi (organizational communication) terjadi dalam suatu organisasi, bersifat formal dan informal, dan berlangsung dalam jaringan yang lebih besar dari komunikasi kelompok. Komunikasi organisasi juga melibatkan komunikasi diadik, komunikasi antarpribadi, dan komunikasi publik tergantung kebutuhan.
6. Komunikasi massa
Komunikasi massa (mass communication) adalah komunikasi yang menggunakan media massa cetak maupun elektronik yang dikelola sebuah lembaga atau orang yang dilembagakan yang ditujukan kepada sejumlah besar orang yang tersebar, anonim, dan heterogen. Pesan-pesannya bersifat umum, disampaikan secara serentak, cepat dan selintas.
Komunikasi massa (mass communication) adalah komunikasi yang menggunakan media massa cetak maupun elektronik yang dikelola sebuah lembaga atau orang yang dilembagakan yang ditujukan kepada sejumlah besar orang yang tersebar, anonim, dan heterogen. Pesan-pesannya bersifat umum, disampaikan secara serentak, cepat dan selintas.
C.
Faktor yang
Mempengaruhi Keberhasilan Pemimpin.
1. Moril
moril adalah keadaan jiwa dan emosi
seseorang yang mempengaruhi kemauan untuk melaksanakan tugas dan akan
mempengaruhi hasil pelaksanaan tugas perorangan maupun organisasi.
Faktor-faktor yang mempengaruhi moril adalah :
1). kepemimpinan atasan.
2). kepercayaan dan keyakinan akan
kebenaran.
3). penghargaan atas penyelesaian
tugas.
4). solidaritas dan kebanggaan
organisasi.
5). pendidikan dan latihan.
6). kesejahteraan dan rekreasi.
7). kesempatan untuk mengembangkan
bakat.
8). struktur organisasi.
9). pengaruh dari luar.
2. Disiplin :
disiplin adalah ketaatan tanpa
ragu-ragu dan tulus ikhlas terhadap perintah atau petunjuk atasan serta
peraturan yang berlaku. Disiplin yang terbaik adalah disiplin yang didasarkan
oleh disiplin pribadi.
Cara-cara untuk
memelihara dan meningkat disiplin :
1). Menetapkan
peraturan kedinasan secara jelas dan tegas.
2). Menentukan
tingkat dan ukuran kemampuan.
3). Bersikap loyal.
4). Menciptakan
kegiatan atas dasar persaingan yang sehat.
5). Menyelenggarakan
komunikasi secara terbuka.
6). Menghilangkan
hal-hal yang dapat membuat bawahan tersinggung, kecewa dan frustasi.
7). Menganalisa
peraturan dan kebijaksanaan yang berlaku agar tetap mutakhir dan menghapus yang
sudah tidak sesuai lagi.
8). Melaksanakan
reward and punishment.
3. Jiwa korsa
jiwa korsa adalah
loyalitas, kebanggan dan antusiasme yang tertanam pada anggota termasuk
pimpinannya terhadap organisasinya. Dalam suatu organisasi yang mempunyai jiwa
korsa yang tinggi, rasa ketidakpuasan bawahan dapat dipadamkan oleh semangat
organisasi.
Ciri jiwa korsa yang
baik adalah :
1). Antusiasme dan
rasa kebanggan segenap anggota terhadap organisasinya.
2). Reputasi yang
baik terhadap organisasi lain.
3). Semangat
persaingan secara sehat dan bermutu.
4). Adanya kemauan
anggota untuk berpartisipasi dalam setiap kegiatan.
5). Kesediaan anggota
untuk saling menolong.
4. Kecakapan
kecakapan adalah kepandaian
melaksanakan tugas dengan hasil yang baik dalam waktu yang singkat dengan
menggunakan tenaga dan sarana yang seefisien mungkin serta berlangsung dengan
tertib. Pengetahuan dan kecakapan yang dimiliki pimpinan dapat diperoleh dari
pendidikan, pelatihan, inisiatif dan pengembangan pribadi serta pengalaman
tugas. Setiap pemimpin perlu menentukan corak dan gaya kepemimpinannya agar
nampak seni kepemimpinannya dalam memimpin.
Sumber :
· http://elmubarok.blogspot.co.id/2009/12/faktor-yang-mempengaruhi-keberhasilan.html#sthash.ltVUCWZL.dpuf
. |
Langganan:
Postingan (Atom)